Posted by : Ali Imron Minggu, 17 Oktober 2010

JAKARTA - Okezone. Di era demokrasi saat ini, para demonstran akan melakukan cara apapun agar pendapatnya bisa didengar pemerintah. Seperti yang dilakukan korban dan keluarga korban pelanggaran HAM berat di depan Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat Minggu (17/10/2010).

Meraka menggelar pasar tradisional dengan tema "Pasar Lupa". Namun tak seperti pasar tradisional umumnya, mereka memperjualkan barang dagangan tak semestinya. Sejak pagi puluhan keluarga korban dan korban pelanggaran HAM mendirikan tenda-tenda kecil untuk menggelar dagangannya.

Mereka menjual berbagai tengkorak manusia, foto korban kekerasan dan keadilan. Mereka juga menjual makanan yang namanya menggambil nama pejabat negara di antaranya Roti Bakrie Bakar, Bubur Lapindo Ical, Soto Otot Hendropriyono, Sop Janji Manis SBY, dan diskon kepala manusia sebesar 50 persen.

Koordinator Kontras Haris Azhar mengatakan, aksi tersebut sebagai pembuktian bahwa saat ini rakyat yang mengerti pemerintah bukan pemerintah yang mengerti keinginan rakyat. "Mereka (pemerintah) semua kebijakan selalu berbicara pasar, maka dari itu kami gelar pasar tradisioal hanya isinya saja yang berbeda," terangnya.

Tak hanya menjual makanan, aksi ini juga menyuguhkan teatrikal dan hiburan dangdut keliling yang membawakan lagu-lagu bertema janji dan pengkhianatan

- Copyright © OmAlie - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -