Posted by : Ali Imron Jumat, 17 September 2010

Jumat, 17 September 2010, 17:26 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, PEKALONGAN--Ribuan warga Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat, berebut makanan khas daerah setempat berupa nasi megono gunungan dalam acara perayaan tradisi syawalan di Objek Wisata Linggo Asri, Kecamatan Kajen. Pada perayaan tradisi syawalan yang dihadiri Bupati Pekalongan, Siti Qomariyah dan jajarannya tersebut, warga tampak saling berdesakan untuk mendapatkan makanan khas Pekalongan ini.

Sebelum nasi megono gunungan menjadi rebutan, para pengunjung di tempat wisata alam Linggo Asri juga disuguhi pertunjukan tari rebana yang dimainkan para seniman santri Kabupaten Pekalongan. Meskipun warga sempat saling berdesakan mendapatkan nasi megono gunungan, acara perayaan tradisi syawalan berjalan tertib dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Pariwisata, dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, M. Zaki mengatakan, acara tradisi syawalan tersebut mulai digelar sejak 2004. "Namun, dalam perkembangannya tradisi syawalan dengan menyuguhkan makanan khas Pekalongan sangat diminati masyarakat sehingga acara tersebut digelar setiap sepekan setelah Lebaran," katanya.

Ia mengatakan tinggi nasi megono gunungan itu mencapai dua meter sehingga makanan tersebut diperkirakan mampu mencukupi ribuan warga yang berkunjung ke obyek wisata Linggo Asri. "Kegiatan tradisi syawalan merupakan salah bentuk 'nguri-nguri budaya' agar tidak terlindas dengan budaya asing. Sejak lama megono menjadi makanan khas warga Pekalongan sehingga perlu dilestarikan," katanya.

- Copyright © OmAlie - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -