Tampilkan postingan dengan label Clipping. Tampilkan semua postingan
Apa Itu Virus Corona? Berikut Bentuk, Ciri-ciri, Gejala Hingga Penyebaran dan Penanganannya
Sejak awal 2020, dunia digemparkan dengan sebuah virus yang menyerang pernapasan manusia dan dapat menyebabkan kematian.
Virus yang dinamakan SARS-CoV-2 tersebut awalnya berasal dari Provinsi Wuhan, China, dengan cepat menyebar ke berbagai belahan dunia.
Hingga Selasa (17/3/2020), jumlah kasus terinfeksi mencapai 183.202 orang di 162 negara, dengan angka kematian 7.177 orang dan total pasien sembuh sebanyak 79.905 orang.
Di Indonesia sendiri, virus tersebut baru ditemukan pada awal Maret, hingga saat ini jumlah pasien positif terjangkit virus corona tercatat 172 kasus.
Lalu, sebenarnya apa itu virus corona?
Virus corona atau coronavirus (CoV) merupakan keluarga virus yang menaungi virus SARS-CoV-2 yang terjadi saat ini, SARS-CoV pada 2002, dan MERS-CoV pada 2012.
Kata corona sendiri diambil dari bahasa Latin yang berarti mahkota.
Nama ini diberikan karena bentuk virus corona menyerupai mahkota.
Sedangkan penyakit yang disebabkan terinfeksi SARS-CoV-2 disebut Covid-19, yang merupakan akronim dari coronavirus disease 19.
Bagaimana gejala Covid-19?
Ciri-ciri virus corona hampir mirip dengan gejala flu, di antaranya:
Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius
Batuk kering
Lemas
Sakit tenggorokan
Sesak atau kesulitan bernapas
Sakit kepala
Namun, masa inkubasi virus ini sekitar 14 hari.
Berarti, bisa jadi Anda memiliki virus tersebut hingga 14 hari sebelum Anda menyadari gejalanya.
Jika Anda memiliki gejala seperti yang tercantum di atas dalam fase 14 hari, segera periksakan diri Anda.
Bagaimana Covid-19 menyebar?
Virus corona bersifat zoonotik.
Ini berarti virus pertama kali berkembang di hewan sebelum akhirnya menyerang manusia.
Ketika sudah menginfeksi manusia, penyebaran virus corona dapat melalui droplet pernapasan.
Percikan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi virus corona akan menempel di permukaan benda atau kulit manusia.
Sehingga virus akan berpindah ketika manusia menyentuh benda atau melakukan kontak fisik dengan manusia lainnya.
Kemudian, virus akan menginfeksi manusia ketika tangan yang terkontaminasi oleh virus menyentuh wajah, seperti mulut, hidung, dan mata.
Siapa yang berisiko terinfeksi Covid-19?
Anda akan berisiko terinfeksi virus ketika Anda berdekatan atau melakukan kontak fisik dengan orang terinfeksi virus corona.
Namun, ada beberapa faktor yang membuat orang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi virus corona.
Melansir Healthline, Selasa (17/3/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir Januari melaporkan rata-rata orang yang terinfeksi virus berada di usia sekitar 45 tahun dan dua per tiganya merupakan laki-laki.
Hal ini berarti orang tua dan laki-laki rentan terinfeksi virus corona. Selain itu, orang dengan penyakit penyerta juga lebih rentan terinfeksi Covid-19.
Bagaimana penanganan Covid-19?
Para ahli kesehatan masih berusaha menemukan vaksin serta cara penanganan yang efektif untuk menghadapi virus ini.
Namun, hingga saat ini, kebanyakan negara mengambil tindakan isolasi untuk menahan penyebaran virus corona.
Sejauh ini, para tenaga medis lebih fokus pada pengelolaan gejala saat virus bekerja pada pasien.
Sebelum pasien dinyatakan positif terinfeksi, pasien menjalani swab tenggorok dan pemeriksaan laboratorium DNA dengan Polymerase Chain Reaction (PCR).
Kemudian, tenaga medis akan melakukan monitoring dan terapi kepada pasien.
Monitoring dan terapi tersebut meliputi:
Isolasi
Implementasi PPI
Serial foto toraks
Suplementasi oksigen
Antimikroba empiris
Terapi simplomatik
Terapi cairan
Ventilasi mekanis
Penggunaan vasopressor
Observasi
serta pemilahan terapi penyakit penyerta.
Apa saja kemungkinan komplikasi dari Covid-19?
Komplikasi paling serius dari infeksi SARS-CoV-2 adalah sejenis pneumonia yang disebut novel coronavirus-infected pneumonia (NCIP).
Penelitian dari 138 orang dengan NCIP yang dirawat di rumah sakit di Wuhan, China, sekitar 26 persen alami penyakit yang parah dan harus dirawat di ruang ICU.
Sekitar 4.3 persen di antaranya mengalami kematian.
Sejauh ini, NCIP merupakan satu-satunya komplikasi yang terkait dengan Covid-19.
Namun, para peneliti masih mengamati komplikasi lainnya yang mungkin juga dialami pasien Covid-19, di antaranya:
Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
Detak jantung tidak teratur (arrhythmia)
Kejang kardiovaskular
Nyeri otot yang parah (myalgia)
Kelelahan
Serangan jantung
Bagaimana cara mencegah terinfeksi Covid-19?
Untuk melindungi diri sekaligus menahan penyebaran virus corona, Anda dapat melakukan hal-hal berikut, yaitu::Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Jika tidak bisa mencuci tangan, bersihkan tangan menggunakan hand sanitizer
Hindari menyentuh area wajah, seperti mata, hidung, dan mulut sebelum Anda membersihkan tangan
Jangan keluar rumah jika Anda merasa kurang sehat atau memiliki gejala flu
Hindari atau batasi kontak fisik dengan orang lain. Jika memungkinkan, usahakan berada pada jarak setidaknya satu meter dengan orang lain
Tutup mulut dan hidung Anda dengan tisu atau siku bagian dalam ketika batuk atau bersin. Jika Anda menggunakan tisu, segera buang tisu Anda
Bersihkan barang-barang yang sering Anda gunakan dengan disinfektan, seperti gawai atau handphone, laptop, meja, dan lainnya
Terapkan gaya hidup sehat, mulai dari pola makan, olahraga, serta hindari begadang untuk menjaga kekebalan tubuh Anda
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Apa Itu Virus Corona? Berikut Bentuk, Ciri-ciri, Gejala Hingga Penyebaran dan Penanganannya, https://wartakota.tribunnews.com/2020/03/17/apa-itu-virus-corona-berikut-bentuk-ciri-ciri-gejala-hingga-penyebaran-dan-penanganan-covid-19?page=4.
Editor: Panji Baskhara
Sumber: https://wartakota.tribunnews.com/2020/03/17/apa-itu-virus-corona-berikut-bentuk-ciri-ciri-gejala-hingga-penyebaran-dan-penanganan-covid-19?page=4
Virus yang dinamakan SARS-CoV-2 tersebut awalnya berasal dari Provinsi Wuhan, China, dengan cepat menyebar ke berbagai belahan dunia.
Hingga Selasa (17/3/2020), jumlah kasus terinfeksi mencapai 183.202 orang di 162 negara, dengan angka kematian 7.177 orang dan total pasien sembuh sebanyak 79.905 orang.
Di Indonesia sendiri, virus tersebut baru ditemukan pada awal Maret, hingga saat ini jumlah pasien positif terjangkit virus corona tercatat 172 kasus.
Lalu, sebenarnya apa itu virus corona?
Virus corona atau coronavirus (CoV) merupakan keluarga virus yang menaungi virus SARS-CoV-2 yang terjadi saat ini, SARS-CoV pada 2002, dan MERS-CoV pada 2012.
Kata corona sendiri diambil dari bahasa Latin yang berarti mahkota.
Nama ini diberikan karena bentuk virus corona menyerupai mahkota.
Sedangkan penyakit yang disebabkan terinfeksi SARS-CoV-2 disebut Covid-19, yang merupakan akronim dari coronavirus disease 19.
Bagaimana gejala Covid-19?
Ciri-ciri virus corona hampir mirip dengan gejala flu, di antaranya:
Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius
Batuk kering
Lemas
Sakit tenggorokan
Sesak atau kesulitan bernapas
Sakit kepala
Namun, masa inkubasi virus ini sekitar 14 hari.
Berarti, bisa jadi Anda memiliki virus tersebut hingga 14 hari sebelum Anda menyadari gejalanya.
Jika Anda memiliki gejala seperti yang tercantum di atas dalam fase 14 hari, segera periksakan diri Anda.
Bagaimana Covid-19 menyebar?
Virus corona bersifat zoonotik.
Ini berarti virus pertama kali berkembang di hewan sebelum akhirnya menyerang manusia.
Ketika sudah menginfeksi manusia, penyebaran virus corona dapat melalui droplet pernapasan.
Percikan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi virus corona akan menempel di permukaan benda atau kulit manusia.
Sehingga virus akan berpindah ketika manusia menyentuh benda atau melakukan kontak fisik dengan manusia lainnya.
Kemudian, virus akan menginfeksi manusia ketika tangan yang terkontaminasi oleh virus menyentuh wajah, seperti mulut, hidung, dan mata.
Siapa yang berisiko terinfeksi Covid-19?
Anda akan berisiko terinfeksi virus ketika Anda berdekatan atau melakukan kontak fisik dengan orang terinfeksi virus corona.
Namun, ada beberapa faktor yang membuat orang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi virus corona.
Melansir Healthline, Selasa (17/3/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir Januari melaporkan rata-rata orang yang terinfeksi virus berada di usia sekitar 45 tahun dan dua per tiganya merupakan laki-laki.
Hal ini berarti orang tua dan laki-laki rentan terinfeksi virus corona. Selain itu, orang dengan penyakit penyerta juga lebih rentan terinfeksi Covid-19.
Bagaimana penanganan Covid-19?
Para ahli kesehatan masih berusaha menemukan vaksin serta cara penanganan yang efektif untuk menghadapi virus ini.
Namun, hingga saat ini, kebanyakan negara mengambil tindakan isolasi untuk menahan penyebaran virus corona.
Sejauh ini, para tenaga medis lebih fokus pada pengelolaan gejala saat virus bekerja pada pasien.
Sebelum pasien dinyatakan positif terinfeksi, pasien menjalani swab tenggorok dan pemeriksaan laboratorium DNA dengan Polymerase Chain Reaction (PCR).
Kemudian, tenaga medis akan melakukan monitoring dan terapi kepada pasien.
Monitoring dan terapi tersebut meliputi:
Isolasi
Implementasi PPI
Serial foto toraks
Suplementasi oksigen
Antimikroba empiris
Terapi simplomatik
Terapi cairan
Ventilasi mekanis
Penggunaan vasopressor
Observasi
serta pemilahan terapi penyakit penyerta.
Apa saja kemungkinan komplikasi dari Covid-19?
Komplikasi paling serius dari infeksi SARS-CoV-2 adalah sejenis pneumonia yang disebut novel coronavirus-infected pneumonia (NCIP).
Penelitian dari 138 orang dengan NCIP yang dirawat di rumah sakit di Wuhan, China, sekitar 26 persen alami penyakit yang parah dan harus dirawat di ruang ICU.
Sekitar 4.3 persen di antaranya mengalami kematian.
Sejauh ini, NCIP merupakan satu-satunya komplikasi yang terkait dengan Covid-19.
Namun, para peneliti masih mengamati komplikasi lainnya yang mungkin juga dialami pasien Covid-19, di antaranya:
Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
Detak jantung tidak teratur (arrhythmia)
Kejang kardiovaskular
Nyeri otot yang parah (myalgia)
Kelelahan
Serangan jantung
Bagaimana cara mencegah terinfeksi Covid-19?
Untuk melindungi diri sekaligus menahan penyebaran virus corona, Anda dapat melakukan hal-hal berikut, yaitu::Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Jika tidak bisa mencuci tangan, bersihkan tangan menggunakan hand sanitizer
Hindari menyentuh area wajah, seperti mata, hidung, dan mulut sebelum Anda membersihkan tangan
Jangan keluar rumah jika Anda merasa kurang sehat atau memiliki gejala flu
Hindari atau batasi kontak fisik dengan orang lain. Jika memungkinkan, usahakan berada pada jarak setidaknya satu meter dengan orang lain
Tutup mulut dan hidung Anda dengan tisu atau siku bagian dalam ketika batuk atau bersin. Jika Anda menggunakan tisu, segera buang tisu Anda
Bersihkan barang-barang yang sering Anda gunakan dengan disinfektan, seperti gawai atau handphone, laptop, meja, dan lainnya
Terapkan gaya hidup sehat, mulai dari pola makan, olahraga, serta hindari begadang untuk menjaga kekebalan tubuh Anda
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Apa Itu Virus Corona? Berikut Bentuk, Ciri-ciri, Gejala Hingga Penyebaran dan Penanganannya, https://wartakota.tribunnews.com/2020/03/17/apa-itu-virus-corona-berikut-bentuk-ciri-ciri-gejala-hingga-penyebaran-dan-penanganan-covid-19?page=4.
Editor: Panji Baskhara
Sumber: https://wartakota.tribunnews.com/2020/03/17/apa-itu-virus-corona-berikut-bentuk-ciri-ciri-gejala-hingga-penyebaran-dan-penanganan-covid-19?page=4
INFO PEKALONGAN
Setelah kemarin siang wilayah Bojong diguyur hujan, banyak pengendara sepeda motor menjadi korban akibat jalan yg licin karena dampak dari tanah urugan proyek Tol yg tercecer.
Yang paling parah adalah kaki seorang bapak terlindas truk di Sebelah selatan Kantor kecamatan, Jalan Raya Bojong, Kabupaten Pekalongan, Pada Selasa (15/5/2018) Sore. Bapak tersebut jatuh kepleset lalu dari belakang ada truk yang melindas kakinya hingga patah.




SUMBER : INFO PEKALONGAN
Tag :
Clipping,
INFO PEKALONGAN,
10 Amalan Untuk Membangun Rumah di Syurga
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta
alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah-Shallallahu 'Alaihi Wasallam-,
keluarga dan para sahabatnya.
Setiap rumah yang kita tempati sekarang –sebagus
apapun itu- akan rusak dan hancur. Sebabnya bisa beragam seperti kebakaran,
gempa bumi, longsor, tertabrak kereta dan sebab lainnya. Jikapun rumah kita
tetap kokoh maka ia tak akan bisa melindungi kita dari kematian. Inilah rumah
kita di kehidupan dunia.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ
كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
“Di mana saja kamu berada, kematian akan
mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.”
(QS. Al-Nisa’: 78)
Untuk rumah di dunia ini, manusia terus bekerja keras,
banting tulang, peras keringat siang-malam. Cari pinjaman sana-sini untuk
mengredit rumah sepetak yang lusuh dan tak tahan lama. Padahal rumah tersebut
akan fana, hancur, dan usang di makan masa. Atau dengan kemegahannya akan
ditinggalkan oleh pemiliknya selama-lamanya.
Kehidupan akhirat pasti kita masuki. Tak satupun
manusia bisa mengelak darinya. Di sana ada kehidupan yang lebih kekal dan
abadi. Orang-orang beriman akan dimuliakan dengan rumah megah lagi indah sesuai
dengan tingkat iman dan takwanya. Kenapa kita tidak lebih serius dan
sungguh-sungguh berusaha mencari jalan dan mengupayakan sebab untuk memiliki
rumah di sana?
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengabarkan
kepada kita tentang sifat-sifat rumah surga yang sangat indah dan bahan
bakunya.
لَبِنَةٌ مِنْ فِضَّةٍ وَلَبِنَةٌ مِنْ ذَهَبٍ
وَمِلَاطُهَا الْمِسْكُ الْأَذْفَرُ وَحَصْبَاؤُهَا اللُّؤْلُؤُ وَالْيَاقُوتُ
وَتُرْبَتُهَا الزَّعْفَرَانُ مَنْ دَخَلَهَا يَنْعَمُ لَا يَبْأَسُ وَيَخْلُدُ
لَا يَمُوتُ لَا تَبْلَى ثِيَابُهُمْ وَلَا يَفْنَى شَبَابُهُمْ
“Bangunannya dari batu bata berupa perak dan emas,
adukannya dari minyak wangi kesturi Al-Adzfar, kerikilnya dari mutiara dan
permata, kerikilnya dari zakfaron. Siapa yang memasukinya akan merasa nikmat
dan tidak akan meninggalkannya, kekal tidak akan mati, pakaiannya tidak kotor
dan senantiasa muda tidak akan tua.” (HR. Al-Tirmidzi & Ahmad.
Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami’: 3116)
Amal-amal Berbonus Rumah di Surga
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengabarkan
adanya beberapa amal yang berbonus rumah di surga. Sebagiannya terlihat ringan,
sebagian lainnya butuh modal besar, dan sebagian lainnya membutuhkan
pengorbanan. Di antara amal-amal tersebut adalah:
1. Membangun masjid karena Allah
Dari Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu 'Anhu,
berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّه لَهُ بَيْتًا
فِي الْجَنَّة
“Siapa yang membangun satu masjid untuk Allah maka
Allah akan membangunkan untuknya satu rumah di surga.” (Muttafaq ‘alaih)
مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا مِنْ مَالٍ حَلَالٍ بَنَى
اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّة
“Siapa yang membangun satu masjid untuk Allah dari
harta yang halal maka Allah akan membangunkan untuknya satu rumah di surga.”
(HR. Al-Baihaqi dalam Syuabul Iman, al-Thabrani dalam al-Ausath, dan lainnya)
Dari Abu Dzar Radhiyallahu 'Anhu, berkata:
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ
أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Siapa membangun masjid karena Allah walau seperti
sarang burung atau lebih kecil dari itu maka Allah akan membangunkan untuknya
satu rumah di surga.” (HR. Ibnu Majah, al-Bazzar dan Ibnu Hibban.
Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 6128)
2. Membaca surat Al-Ikhlas sepuluh kali
Dari hadits Mu’adz bin Anas Radhiyallahu 'Anhu,
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حَتَّى
يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ
“Siapa yang membaca Qul Huwallaahu Ahad (Surat
Al-Ikhlash) sampai menghatamkannya sebanyak sepuluh kali niscaya Allah
bangunkan untuknya intana di surga.” (HR Ahmad dari Mu’adz bin Anas
al-Juhani & dihassankan Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah, no. 589)
3. Memuji Allah dan beristirja’ saat diuji dengan
kematian anak
Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu 'Anhu,
bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
إِذَا مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ قَالَ اللَّهُ
لِمَلَائِكَتِهِ قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ
قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ مَاذَا قَالَ
عَبْدِي فَيَقُولُونَ حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ فَيَقُولُ اللَّهُ ابْنُوا لِعَبْدِي
بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ
“Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, Allah
berfirman kepada MalaikatNya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?”
Mereka berkata, “Benar.” Allah berfirman, “kalian telah mencabut nyawa buah
hatinya?” Mereka menjawab, “Benar.” Allah berfirman, “Apa yang diucapkan oleh
hamba-Ku?” Mereka berkata, “Ia memuji-Mu dan mengucapkan istirja’ (Innaa
Lilaahi Wa Innaa Ilaihi Raaji’uun).” Allah berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku
rumah di surga dan namai ia Rumah Pujian.” (HR. Al-Tirmidzi dan beliau
menghassankannya , juga dihasankan oleh Syaikh Al AlBani di Shahih al-Jami’)
4. Membaca doa masuk pasar
Dari Umar bin al-Khathab Radhiyallahu 'Anhu,
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ
وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ
سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي
الْجَنَّةِ
“Barangsiapa masuk pasar lalu ia mengucapkan, “Laa
Ilaaha Illallaahu wahdahu Laa Syariikalahu, Lahul Mulku Walahul Hamdu, Yuhyii,
Wayumiitu, Wahuwa Hayyun Laa Yamuutu, Biyadihil Khairu, Wahuwa ‘alaa Kulli
Syai-in Qadiir” niscaya Allah menuliskan baginya sejuta kebaikan, menghapuskan
darinya sejuta kejelekan, mengangkat derajatnya hingga sejuta derajat, dan
membangunkan untuknya rumah di surga”." ( HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah,
Al-Hakim. Syaikh Al-Albani menyatakan, hadits tersebut hasan)
. . . Kenapa kita tidak lebih serius dan
sungguh-sungguh berusaha mencari jalan dan mengupayakan sebab untuk memiliki
rumah di akhirat?. . .
5. Menutup celah barisan shaf shalat
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu 'Anha, Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ سَدَّ فُرْجَةً بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتاً فِي
الْجَنَّةِ وَ رَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً
“Siapa menutup celah (pada barisan shalat) niscaya
Allah bangunkan untuknya rumah di surga dan mengangkat derajatnya dengan
perbuatannya itu.” (HR. Al-Muhamili dalam Amaalinya dan dishahihkan
Al-Albani dalam Silsilah Shahihah, no. 1892)
6. Menjaga shalat-shalat sunah rawatib dua belas
rakaat
Dari Ummu Habibab Radhiyallahu 'Anha, berkata:
Aku Mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ
وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ
“Siapa yang shalat 12 rakaat dalam sehari semalam
niscaya dibangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Muslim)
Shalat 12 raka’at itu adalah empat rakaat sebelum
Dzuhur & dua rakaat sesudahnya, dua raka’at sesudah maghrib, dua rakaat
setelah ‘Isya, dan dua rakaat sebelum Shubuh sebagaimana yang terdapat dalam
hadits ‘Aisyah dalam Sunan al-Tirmidzi dan Ibnu majah.
7. Iman, islam, hijrah dan berjihad fi sabilillah
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
bersabda,
أَنَا زَعِيمٌ وَالزَّعِيمُ الْحَمِيلُ لِمَنْ آمَنَ بِي
وَأَسْلَمَ وَهَاجَرَ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ
الْجَنَّةِ وَأَنَا زَعِيمٌ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ
اللَّهِ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ
وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى غُرَفِ الْجَنَّةِ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلَمْ يَدَعْ
لِلْخَيْرِ مَطْلَبًا وَلَا مِنْ الشَّرِّ مَهْرَبًا يَمُوتُ حَيْثُ شَاءَ أَنْ
يَمُوتَ
“Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk
islam dan berhijrah dengan sebuah rumah di pinggir surga, di tengah surga, dan
surga yang paling tinggi. Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk Islam
dan berjihad dengan rumah di pinggir surga, di tengah surga dan di surga yang
paling tinggi. Barangsiapa yang melakukan itu, ia tidak membiarkan satupun
kebaikan, dan lari dari semua keburukan, ia meninggal, di mana saja Dia
kehendaki untuk meninggal.” (HR. Al-Nasai, Ibnu Hibban dan Al-Hakim.
Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani rahimahullah).
8. Menghindari debat walaupun dalam posisi yang benar
9. Meninggalkan dusta dalam becanda
10. Berakhlak mulia
Dari Abu Umamah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ
تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ
تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ
حَسَّنَ خُلُقَه
“Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah
(surga) bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia
dalam posisi yang benar, juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa saja yang
meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di
puncak jannah bagi siapa saja yang berakhlak mulia.” (HR. Abu Dawud,
al-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. Syaikh Al-Albani menghassankannya di Shahih
al-Targhib wa al-Tarhib, no. 1648)
Inilah beberapa amalan yang diberitakan oleh Nabi Shallallahu
'Alaihi Wasallam berbonus rumah di surga. Orang hidup pasti menginginkan
tempat tinggal yang indah, megah, sejuk, dan nyaman. Maka untuk kehidupan yang
kekal di akhirat hendaknya lebih semangat memiliki rumah idaman tersebut.
Tentunya rumah-rumah itu membutuhkan pernak-pernik dan perhiasannya; dari kamar
dan ruangan, perbendaharaan dan perhiasannya, serta pepohonannya. Dan Nabi Shallallahu
'Alaihi Wasallam teleh menjelaskan amal-amal untuk menyempurnakannya,
sebagaimana yang sudah kami tuliskan terdahulu. Wallahu a’lam.
Sumber http://voa-islam.com
Sumber http://voa-islam.com


